Petualangan di Daerah Istimewa Yogyakarta
Bila misi perjalanan kali ini adalah; mengunjungi MbakMbil (sekaligus menginspeksi tingkat keprihatinannya), melihat sisi lain dari Yogya (yang biasanya ga jauh2 dari keraton, candi, malioboro), merasakan kuliner lokal yang merakyat, menyenangkan si moncil (dengan naik pesawat, kereta dan delman), memanfaatkan voucher Santika (hasil beli impulsip di Groupon) dan menghabiskan long weekend yang murah hati (4 hari aja gitu bow) maka misinya adalah BERHASIL.
- Posted from Depok, Pakem and Yogyakarta, Indonesia
Smile for the day
*sok2 macam celeblog yang pajang chat sama swami
Tentang Simpanan Hari Tua

Tentang Nama
Seni Memberi: Petunjuk Memilih Kado
Memberi kado itu sudah semacam tradisi yang berkembang menjadi kewajiban akhir2 ini. Dan aku termasuk orang yang suka sekali dengan kenyataan ini. Aku suka memilih, membungkus dan memberi kado untuk segala acara. Ada seni dalam memberi kado. Tapi kayaknya gak semua orang memberi kado, bukan karena nggak mau memberi, tapi males ribetnya. Ribet milihnya, ribet bungkusnya, belum lagi ribet kalo gak sesuai selera. Yah namanya orang kan pasti senang kalo dapet kado yang pas sama seleranya.
- Posted from Jakarta, Indonesia
Kenapa Cewek Harus Overanalytical
Ya..ya..banyak yang bilang makhluk cewek itu complicated dan susah dimengerti, sedangkan makhluk cowok itu sebenarnya mudah ditebak dan terus terang. Jadi cewek itu seharunya nggak usah overanalytical terhadap perilaku si cowok, kalo dia nggak ngajak jadian ya itu artinya He's Not That Into You.
Aku dan konser
Kapan terakhir kali saya nonton konser? Pasti seabad yg lalu,apalagi saya bukan concert goers sejati, paling nonton konser bisa diitung jari . Itu juga termasuk konser Puput Melati dan Bondan Prakoso ya..:D. Yang terakhir dan satu2nya konser internasional adalah Bon Jovi -Bounce 2003.
Udah bertahun2 idup di Jkt dan berjuta2 konser saya lewatkan. Selain jadwal ga pas jg krn ga Ada budget -ga Ada artis yg segitu pengennya nonton sampe menyisihkan duit. Sampe akhirnya kepikiran, kalo Ada satu band yg aku belain nonton apa ya? Yang kepikir baru dua; Lykke Li Dan Feist. Yang pertama itu aku suka karena lagunya manis tapi upbeat alias ngedance, yang kedua karena slow Dan puitis Aja gt.
Aku dikenalkan pada Feist pas kuliah tahun 2004an,sejak itu lagu2nya dari album pertama nya jadi soundtrack hari2ku. Setaun kemudian lagunya mulai menghias kafe2 Jakarta.tapi sumpeh ya,untuk nemu cd Let It Die itu impossible banget. Yang biasa nyetok katanya aksara, tapi itu pun kudu pesen Dan sampe sekarang ga Ada kabarnya. Dan akhirnya ak terpaksa nitip beliin di amazon .com.
Jadi bayangin betapa girangnya aku waktu denger rumor kalo dia bakal manggung di Indonesia.hampir ga percaya, pertama karena negara kita ini ga pernah disebutkan secuilpun di webnya. Tapi begitu beneran ticket box dibuka (bener aj yg jual aksara jg) ak langsung menguatkan tekad; beli! Meskipun itu artinya kudu capek2 pulang kantor ke SCBD (karena konser hari rabu malam) Dan kudu nunggu relawan yg bisa jagain si kecil.
Buatku nonton konser itu artinya berkumpul dengan sesama penggemar yg sama2 hafal liriknya, bertemu dengan musisi favorit dan melihat aksi panggungnya secara langsung. Jadi untuk bener2 niat nonton at least aku kudu:
- Suka artisnya - ya eyalah ngapain keluar duit kalo ga suka
- Suka lebih dari 5 lagunya - bagus lagi kalo lagu2nya berkesan, jadi bisa menjiwai gitu
- Suka aksi panggungnya - jadi ada yg ditonton, ga nyanyi2 kayak di CD doang
- Kira2 cocok sama crowd-nya - biar aku suka lagu2nya Incognito misalnya, tapi kalo suruh bergumul sama penikmat jazz sejati aku ya jiper ya, atau Linkin Park dengan penggemarnya yang pasti nge-rock
- Cocok sama venuenya - hehe kebawa jaman SMA, kalo venue di lapangan ga dikasih ijin sama mamah
- Cocok harganya - sampe sekarang belum nemu artis yang aku idolakan buanget sampe aku belain bayar berjuta2 buat nonton
- Cocok jadwalnya - masih meratapi tahun lalu gagal nonton The Ting Tings gara2 morning sick, dan awal tahun lalu Colbie Cailat dateng pas aku di Malang....huaaa
Jadi buatku nonton konser itu seperti pengukuhan diri sebagai fans gitu, jadi kalo aku ga ngebet banget sama artisnya, atau aku tau lagunya karena nebeng denger di cubicle sebelah, kayaknya sungkan deh mau nonton , sungkan sama fans sejatinya yang sampe belain bawa poster dan hafal seluruh lagunya ( ya selain alasan finansial yaaa....). Akhirnya aku jadi lebih sering nonton festival, kayak pentas seni2 gitu yg tiketnya murah, bahkan gratis, tapi bisa nonton banyak artis meskipun cuma 1-2 lagu..haha
Feist Concert - Fairground ex Bengkel 15/02/12
Aku tergolong biasa aja menjelang konser, aku malah ribet jemput si papih yang 'didatangkan' dari Malang dan printilan2 lainnya. Apalagi aku udah kebayang kalo konsernya mbak ini gak akan segede konser2 di GBK atau SICC, just a small intimate concert in a club. Jadi jam 18 aku masih asik makan lele di rumah padahal tiket mencantumkan jam 19. Jam 19 baru berangkat menembus padanya lalu lintas thamrin pulang kerja, dan jam 19.30 nyampe SCBD yang hampir mampet karena deretan parkir yang mengular, sama halnya dengan antrian masuk venue yang sempet bikin aku ragu dan berniat ngejual tiketku ke calo (lha maunya nonton konser sante kok pake ngantri segala ini masuknya). Tapi ternyata gak pake lama kita udah bisa masuk, bahkan saat antrian dibagi menjadi cewek-cowok jadi lebih cepet lagi masuknya. Cuma diperiksa tas, scan tiket, dikasih mimik gratis dan dicap (ini sumpah saya norak sekali, capnya kok gak keliatan yak? ternyata pas diterangi lampu violet sama bouncer/security keliatan lho tulisan 'entry'. jadi kita boleh keluar masuk sesukanya setelah dicap).
- Posted from Jakarta, Indonesia
Kencan Valentine...
[[posterous-content:pid___1]]

























